SATGAS RAJAWALI VI GEBERAK KELOMPOK BERSENJATA DI KENYAM! DUA ANGGOTA KKB TEWAS, UANG TUNAI Rp88 JUTA DAN RATUSAN BARANG DIAMANKAN

MataSMScom, NDUGA, PAPUA PEGUNUNGAN — Ketegasan prajurit TNI dari Satgas Rajawali VI kembali menjadi sorotan setelah terlibat kontak tembak dengan kelompok bersenjata yang dalam laporan internal diidentifikasi terkait OPM Front Bersenjata Kodap III Ndugama di Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, pada 23 Oktober 2026. Kontak tembak tersebut dilaporkan mengakibatkan dua orang dari kelompok sasaran meninggal dunia, sementara personel Satgas Rajawali VI dilaporkan tidak mengalami korban jiwa.

Operasi bermula sekitar pukul 08.10 WIT, ketika pemantauan menggunakan drone mendeteksi sekitar enam orang di Kampung Noglait, termasuk seseorang yang dilaporkan membawa senjata. Menindaklanjuti temuan itu, prajurit Satgas Rajawali VI bergerak melaksanakan penyergapan dan penyekatan. Kontak tembak dilaporkan terjadi sekitar pukul 09.20 WIT. Dalam penyisiran lanjutan pada pukul 12.15 WIT, personel menemukan dua orang dalam kondisi meninggal dunia. Peristiwa ini memperlihatkan risiko nyata yang dihadapi prajurit TNI dalam menjalankan tugas pengamanan di wilayah rawan konflik bersenjata.

Tak hanya melaporkan hasil kontak tembak, Satgas Rajawali VI juga mengamankan sejumlah barang dari lokasi, yakni uang tunai Rp88.069.000, 18 unit telepon seluler, satu unit alat komunikasi HT, dua pucuk senapan angin, 19 parang, empat busur, 103 anak panah, serta sejumlah dokumen dan barang lainnya. Barang-barang tersebut kini memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kepemilikan dan keterkaitannya dengan kelompok yang menjadi sasaran operasi. Identitas Yunius Sirera, Masut Sirera, dan Mulele Giban juga tercantum dalam laporan yang diterima.

Laporan internal menyebut kelompok tersebut diduga berkaitan dengan pimpinan bernama Army Kogoya. Sementara itu, koordinasi dengan Polres Nduga dilaporkan sedang berlangsung untuk mendukung proses penanganan lebih lanjut. Di tengah ancaman kelompok bersenjata, prajurit TNI dituntut tetap sigap, disiplin, dan profesional dalam menjaga keamanan masyarakat. Identitas kedua korban, asal-usul uang tunai, serta status barang-barang yang diamankan perlu dipastikan melalui pemeriksaan resmi agar seluruh rangkaian peristiwa di Kenyam terungkap secara terang dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pos terkait