“BONGKAR DUGAAN PENYIMPANGAN REVITALISASI SDN 184 PEKANBARU: CAT BERBEDA DARI RAB, PAVING BLOCK DIPERTANYAKAN, INSPEKTORAT DIMINTA TURUN!”

MataSMScom. PEKANBARU,-
Pelaksanaan kegiatan revitalisasi SD Negeri 184 Pekanbaru mulai menuai sorotan. Dugaan ketidaksesuaian spesifikasi material terhadap Rencana Anggaran Biaya (RAB) menjadi perhatian serius Tim Investigasi Media MataJagad.com.

Sorotan tersebut mencuat setelah Tim Investigasi Media MataJagad.com melakukan konfirmasi langsung kepada pihak sekolah pada Kamis, 5 November 2026. Dalam pertemuan itu, pihak sekolah disebut telah membenarkan bahwa merek cat yang digunakan dalam pekerjaan revitalisasi berbeda dari merek yang tercantum dalam RAB.

Pengakuan tersebut justru memunculkan pertanyaan baru. Apakah pergantian merek cat tersebut telah melalui prosedur administrasi dan teknis sebagaimana mestinya, atau sekadar dilakukan atas pertimbangan sepihak?

Penggantian Merek Cat: Di Mana Dasar Administrasinya?
Dalam surat konfirmasi resmi, Tim Investigasi MataJagad.com meminta Kepala SD Negeri 184 Pekanbaru menjelaskan secara terbuka merek dan jenis cat yang sebenarnya digunakan.

Tidak hanya itu, pihak sekolah juga diminta mengungkap siapa pengambil keputusan penggantian merek cat, atas persetujuan siapa perubahan dilakukan, serta apakah tersedia dokumen adendum atau persetujuan tertulis dari pihak berwenang.

Persoalan Ini Bukan Sekadar Perbedaan Merek Dagang.
Dalam pekerjaan yang menggunakan anggaran negara, spesifikasi material merupakan bagian penting dari dokumen perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan. Perubahan spesifikasi harus memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan, sesuai ketentuan kontrak dan mekanisme pengadaan yang berlaku.

Jika pihak pelaksana mengklaim bahwa cat pengganti memiliki kualitas setara, klaim tersebut semestinya dapat dibuktikan melalui dokumen teknis, spesifikasi produk, atau hasil pengujian yang relevan.

Pertanyaannya, jika memang kualitasnya setara, mengapa dokumen pendukung belum diperlihatkan kepada tim investigasi?

Dugaan Paving Block Tidak Sesuai Spesifikasi Ikut Mengemuka

Tak berhenti pada persoalan cat, Tim Investigasi MataJagad.com juga menyoroti dugaan penggunaan paving block yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan.

Dugaan ini perlu mendapat perhatian serius karena paving block bukan sekadar material pelengkap atau elemen pemanis lingkungan sekolah. Kualitasnya berkaitan langsung dengan kekuatan, ketahanan, keamanan, serta umur pemakaian fasilitas yang dibangun.

Sejumlah aspek teknis yang perlu diperiksa antara lain:
Ketebalan paving block, apakah sesuai dengan spesifikasi dalam RAB dan kebutuhan peruntukannya.
Mutu beton atau kuat tekan material berdasarkan standar yang dipersyaratkan.
Kualitas bahan baku dan proses produksinya.
Kesesuaian jumlah serta volume material yang dipasang dengan dokumen pekerjaan.
Ketersediaan bukti pembelian, spesifikasi produk, dan dokumen pemeriksaan mutu.

Apabila benar ditemukan material yang tidak memenuhi spesifikasi, persoalannya tidak bisa dianggap sebagai kesalahan teknis biasa. Hal tersebut berpotensi menimbulkan persoalan dalam pertanggungjawaban pelaksanaan pekerjaan maupun penggunaan anggaran.

Namun, dugaan ketidaksesuaian paving block ini masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan fisik, pengukuran, serta pengujian teknis. Karena itu, pihak pelaksana perlu diberikan kesempatan menjelaskan dan menunjukkan dokumen pendukung.

Jangan Sampai Spesifikasi Hanya Bagus di Atas Kertas
Publik tentu tidak ingin kegiatan revitalisasi sekolah hanya terlihat selesai secara fisik, tetapi kualitas material yang digunakan justru tidak sesuai dengan perencanaan.

RAB bukan sekadar dokumen formalitas untuk memenuhi persyaratan administrasi. Dokumen tersebut menjadi salah satu acuan dalam menentukan kebutuhan material, volume pekerjaan, mutu konstruksi, dan pertanggungjawaban anggaran.

Jika material yang digunakan berbeda dari spesifikasi awal, harus ada penjelasan yang transparan mengenai alasan, mekanisme persetujuan, serta konsekuensi terhadap nilai dan mutu pekerjaan.

Jangan sampai terjadi kondisi ketika spesifikasi tertulis dalam dokumen berbeda dengan material yang terpasang di lapangan, sementara pertanggungjawaban anggarannya tetap mengacu pada spesifikasi awal.

Uang yang digunakan untuk merevitalisasi sekolah adalah uang yang harus dipertanggungjawabkan kepada publik.

Lima Pertanyaan yang Menuntut Jawaban Terbuka
Tim Investigasi MataJagad.com menegaskan bahwa terdapat sejumlah hal mendasar yang perlu dijelaskan pihak sekolah maupun pihak terkait:
Apa merek dan jenis cat yang benar-benar digunakan dalam pekerjaan revitalisasi?
Siapa yang memutuskan penggantian merek cat dan siapa yang memberikan persetujuan?
Apakah tersedia dokumen adendum atau persetujuan tertulis atas perubahan spesifikasi?
Apakah tersedia bukti teknis yang membuktikan kesetaraan kualitas cat pengganti?
Apakah pihak sekolah bersedia membuka nota pembelian dan dokumen pengadaan material?

Di luar itu, pihak terkait juga perlu menjelaskan spesifikasi paving block yang digunakan, termasuk ketebalan, mutu beton, hasil pengujian, dan kesesuaiannya dengan RAB.

Inspektorat dan Dinas Pendidikan Perlu Turun Tangan
Mencuatnya dugaan ketidaksesuaian material ini seharusnya menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Inspektorat Kota Pekanbaru.

Pemeriksaan tidak cukup hanya berdasarkan laporan administratif atau dokumentasi penyelesaian pekerjaan. Perlu dilakukan pemeriksaan fisik langsung dengan membandingkan material terpasang terhadap spesifikasi dalam RAB dan dokumen pelaksanaan pekerjaan.

Jika ditemukan ketidaksesuaian, perlu ditelusuri siapa yang bertanggung jawab, apakah perubahan telah memperoleh persetujuan yang sah, serta apakah terdapat kerugian keuangan negara.

Apabila diperlukan, pengujian laboratorium terhadap sampel material juga menjadi langkah penting untuk memastikan mutu pekerjaan secara objektif.

MataJagad.com: Transparansi Bukan Ancaman, Melainkan Kewajiban
Tim Investigasi Media MataJagad.com menegaskan bahwa konfirmasi ini bukan bentuk penghakiman terhadap pihak sekolah maupun pelaksana pekerjaan.

Namun, dugaan ketidaksesuaian spesifikasi material dalam proyek yang menggunakan anggaran publik merupakan persoalan yang patut dijelaskan secara terbuka.

Kami memberikan ruang seluas-luasnya kepada Kepala SD Negeri 184 Pekanbaru, pihak pelaksana, konsultan pengawas, serta instansi terkait untuk memberikan klarifikasi dan menunjukkan dokumen pendukung.

Sebab yang harus dijawab bukan sekadar mengapa merek cat berbeda atau paving block diduga tidak sesuai spesifikasi. Pertanyaan yang lebih mendasar adalah: apakah pekerjaan revitalisasi tersebut benar-benar dilaksanakan sesuai spesifikasi, mutu, volume, dan anggaran yang telah direncanakan?

Jangan sampai gedung sekolah terlihat telah direvitalisasi, tetapi kualitas pekerjaan justru menyisakan tanda tanya.

MataJagad.com akan terus mengawal persoalan ini hingga terdapat kejelasan dan pertanggungjawaban dari pihak-pihak terkait.

Catatan redaksi: Hingga berita ini disusun, dugaan ketidaksesuaian paving block masih memerlukan verifikasi teknis. Klarifikasi lanjutan dari pihak sekolah dan pihak pelaksana akan dimuat sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan. (tim)

Pos terkait