YATNO LAKUKAN PENGAWALAN HUMANIS TERHADAP BUPATI BANGGAI SESUAI PROTAP YANG BERLAKU.

𝙢𝙖𝙩𝙖𝙎𝙈𝙎.𝙘𝙤𝙢_Luwuk. Mengutip pemberitaan bernada klarifikasi yang diduga menanggapi pemberitaan awal dari media online tertentu disebutkan bahwa keluhan salah satu wartawan di Banggai saat wawancara doorstop Bupati dinilai tidak memiliki dasar yang kuat dan terkesan sangat tendensius juga sangat berlebihan dan sedikit over dosis karena kami juga berada tidak jauh dari teman-teman media yang lain dan apa yang dituduhkan itu semua tidak benar.

 Perlu teman-teman ketahui bahwa Ajudan Bernama lengkap Brigpol Moch. Hariyatno Hamzah Yang biasa disapa Yatno adalah Salah Satu dari 2 Ajudan 1 Pamwal dan 1 Patwal, Tugas mereka itu sangat resmi berdasarkan Perbub No. 3 Tahun 2018 tentang Pengangkatan Ajudan Bupati dan Wakil Bupati.

Ajudan yang sering dipanggil Yatno ini bukanlah sembarang Ajudan yang dituduhkan melakukan tindakan negatif oleh salah satu oknum wartawan media online tertentu, pak Yatno adalah pigur yang tidak mudah tersinggung dan selalu Punya Sikap yang sangat menghargai Orang Lain juga beliau itu mudah memaafkan orang lain, sesuai prinsif hidup yang beliau pegang Selama ini.

Ajudan Yatno ini juga type anak muda yang tidak sombong, setia Kawan, tidak muda emosian, padahal punya banyak kelebihan dalam menguasai ilmu beladiri yang sempat beliau tekuni di usia muda seperti antara lain pernah belajar bela diri seni Pencak Silat “Balaba Wolio” Kemudian Yatno bergabung juga di Perguruan Bela Diri “Wado Karate” juga Sedikitnya Menguasai Bela diri ciri Khas Institusi Polri yang mewajibkan setiap Anggota harus Ikut “Judo dan Kempo” bersama teman-teman seangkatan beliau.

Walau beberapa hari kebelakang ada media-media yang membully saya dengan oponi sesat dan menuding sesuatu yang berlebihan namun saya tidak akan menanggapi secara berlebihan saya diamkan begitu saja, cukup gerakan mereka itu jadi pelajaran terbaik buat diri dan pribadi saya.

saya akan tetap fokus pada tugas dan tanggung jawab saya sebagai Ajudan yang dipercayakan mengawal bapak Bupati Banggai Amirudin Tamoreka “secara pribadi saya sangat menjaga amanah berat yang diberikan kepada saya sebagai Ajudan Beliau,, kurang lebih hampir 10 Tahun saya bersama beliau dimana beliau Bukan Sekedar Seorang Pejabat Daerah BUPATI BANGGAI namun lebih dari itu sudah saya anggap sebagai kakak juga orang tua saya sendiri.

perlu saya sampaikan lewat media terbaik ini mataSMS.com bahwa saya sudah mendampingi beliau sejak beliau belum menjadi seorang Pemimpin atau Bupati Banggai saya sudah bersama beliau, Jujur saya pernah menjadi Chip Security di perusahaan keluarga besar mereka dan Alhamdulillah saya sangat bersyukur ketika saya dipromosikan menjadi Ajudan Beliau dimana ini adalah sebuah Kehormatan yang harus saya jaga sampai detik ini” ujar Yatno dengan Serius.

Melalui media hebat ini Ijinkan kami sedikit berbagi informasi penting dimana Apapun yang kami para Ajudan lakukan semua telah berdasarkan Protap yang ada dan merujuk pada Prosedur Tetap (PROTAP) yang diikuti oleh semua ajudan dimana saja, seperti tugas kami, yaitu orang yang bertugas membantu Pejabat Tinggi atau VIP didaerah tertentu di wilayah Indonesia.

Protap ini bisa meliputi :
– Mengatur jadwal dan kegiatan pejabat
– Mengantar dan menjemput pejabat
– Mengatur keamanan dan akes ke pejabat
– Mengkoordinasikan pertemuan dan acara
– Menangani korespondensi dan dokumen

Protap Ajudan bisa berbeda-beda tergantung pada organisasi dan jabatan pejabat yang dibantu, Contohnhya Protap Ajudan di bidang tertentu.
Ajudan Bupati atau Wakil Bupati dari Unsur Kepolisian biasanya memiliki protap yang lebih Spesifik Lagi, seperti :
– Mengantar dan menjemput Bupati ke acara resmi
– Mengatur keamanan Bupati dan tamu-tamu penting
– Mengkoordinasikan kegiatan Bupati dengan instansi terkait
– Menangani korespondensi dan dokumen Bupati
– Mengawal Bupati dalam kegiatan publik

Terima kasih, saya ingin tahu lebih lanjut tentang tugas-tugas Ajudan Bupati, terutama yang terkait dengan keamanan dan protokol.

lebih lanjut Gimana sikap Ajudan menghadapi Para Jurnalist yang merapat untuk mewawancarai bupati, Sikap ajudan dalam menghadapi para jurnalis yang ingin mewawancarai Bupati maka kami para ajudan harus profesional dan sopan.

Berikut beberapa tips :
– Kami wajib Tetap tenang, Fokus dan ramah
– Tanyakan tujuan wawancara dan topik yang ingin dibahas
– Koordinasikan dengan Bupati atau staf terkait untuk memastikan ketersediaan waktu
– Beritahu jurnalis tentang prosedur wawancara, seperti durasi dan format
– Pastikan Bupati siap dan terinformasi sebelum wawancara
– Jaga jarak yang sopan dan tidak mengganggu proses wawancara

“Tujuan utama adalah memfasilitasi wawancara dengan lancar dan profesional, sambil menjaga keamanan dan kenyamanan Bupati ini juga yang jauh lebih Penting makanya kami tetap Fokus dan Stanby dan harus siap dalam kondisi apapun menjaga Tugas Utama Kita” Ungkap Ajudan Yatno.

Jika ada Wartawan yang mewawancarai itu tidak sopan dan tidak beretika,
Maka Ajudan Bupati harus tetap tenang dan profesional, tetap mengawasi dengan setiap gerakan tubuh Bupati dan dipastikan kami akan melakukan beberapa langkah yang bisa diambil :
– Tetap sopan dan tidak terpancing emosi
– Beritahu wartawan bahwa sikapnya tidak sesuai dengan etika jurnalistik
– Jika perlu, minta waktu untuk berkonsultasi dengan Bupati atau atasan lain
– Jika situasi tidak terkendali, ajudan bisa meminta wartawan untuk meninggalkan lokasi dengan sopan
– Dokumentasikan kejadian tersebut untuk laporan ke atasannya.

“Demikian Beberapa Informasi Penting tentang Sikap kami sesuai dengan Protap yang kami laksanakan dengan Tujuan utamanya adalah menjaga keamanan dan Martabat Bupati juga menjaga Citra Positif Institusi Kami” Tutup Ajudan Yang Menjadi Pembicaraan Ramai terkait pengamanan yang super Ketat Beliau dan dimaknai Keliru oleh Oknum jurnalis tertentu, Semoga Kita saling memahami dan menghargai tupoksi kita masing-masing sebab bagi kami tegas mengatakan bahwa Wartawan atau Jurnalis itu adalah Mitra Kerja kami Selama ini yang wajib kita saling support, Wassalam (MS/01)

Pos terkait