HUT Pramuka ke-65 di Totikum, 550 Peserta Serukan Generasi Muda Kreatif, Mandiri dan Cinta Tanah Air

HUT Pramuka ke-65 di Totikum, 550 Peserta Serukan Generasi Muda Kreatif, Mandiri dan Cinta Tanah Air

MataSMScom. BANGGAI KEPULAUAN — Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 tingkat Kwartir Ranting Totikum berlangsung khidmat dan meriah di Lapangan Sepak Bola Desa Salangano, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan, Jumat (14/8/2026).

Upacara yang dimulai sekitar pukul 08.00 WITA tersebut diikuti sekitar 550 peserta, terdiri dari unsur pemerintah kecamatan, TNI-Polri, pengurus Gerakan Pramuka, kepala sekolah, pembina dan pendamping Pramuka, serta siswa dari tingkat SD, SMP/MTs hingga SMA/SMK.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Totikum Chali Warsito Supa, S.Sos., Kapolsek Totikum IPTU Nichlas Perri Gaghana, perwakilan Danpos Kecamatan Totikum yang diwakili Babinsa Pratu Sarwan, Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Totikum Selatan Azwar A. Matiro, S.Pd., M.Pd., Kepala KUA Kecamatan Totikum Abdi Wahab Pelong, S.Pd.I., Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Totikum, para kepala sekolah, pembina serta pendamping Pramuka.
Dalam amanat yang disampaikan pada upacara tersebut, ditekankan bahwa Gerakan Pramuka selama 65 tahun telah berperan dalam membentuk generasi muda Indonesia yang beriman, berkarakter, disiplin, bertanggung jawab dan memiliki semangat cinta tanah air.

Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 dan Jambore Nasional ke-XII mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.”

Tema tersebut menjadi bentuk komitmen Gerakan Pramuka dalam mendukung upaya pemerintah memperkuat ketahanan dan kemandirian nasional, khususnya di bidang pangan.

Dalam amanatnya juga disampaikan bahwa swasembada pangan bukan hanya berkaitan dengan kegiatan bercocok tanam, tetapi mencakup pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya serta kesiapan generasi muda dalam menghadapi berbagai persoalan nyata di lingkungan.
Melalui pendidikan kepramukaan, generasi muda didorong untuk mengenal pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan, peduli terhadap lingkungan, memanfaatkan teknologi tepat guna serta menumbuhkan semangat kewirausahaan sejak dini.

Gerakan Pramuka juga diharapkan mampu mengembangkan pola pendidikan dari learning by doing menjadi learning, creating, and solving, yakni belajar, mencipta dan menyelesaikan persoalan nyata.

Di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan, perubahan iklim, dinamika geopolitik, ketahanan pangan dan energi serta perubahan dunia kerja, generasi muda juga dihadapkan pada berbagai persoalan sosial seperti penyalahgunaan narkotika, perundungan, kekerasan, penyebaran hoaks, perjudian daring dan menurunnya kepedulian sosial.
Karena itu, nilai Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka dinilai penting sebagai landasan karakter, etika, gotong royong dan semangat kebangsaan bagi generasi muda.
Teknologi disebut sebagai peluang besar untuk meningkatkan kemampuan generasi muda. Namun, kemampuan tersebut harus dibarengi karakter yang kuat agar teknologi dapat digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat.

Generasi Pramuka juga didorong tidak hanya memiliki pengalaman, tetapi mampu mengembangkan wawasan, keterampilan, kedisiplinan, keberanian mencoba serta gagasan yang dapat diwujudkan melalui kegiatan nyata di sekolah, keluarga maupun masyarakat.
Upacara tersebut juga menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya peran Gerakan Pramuka dalam menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045, yakni generasi yang berkarakter, terampil, mandiri, produktif, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta memiliki semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.

Dalam kesempatan tersebut turut disampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung kegiatan Gerakan Pramuka, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, camat, sekolah, pembina, pelatih, orang tua, dunia usaha, media massa, organisasi kemasyarakatan hingga para relawan.
Sementara itu, petugas upacara melibatkan para pelajar dan unsur pendidikan. Pembina upacara adalah Camat Totikum, sedangkan pemimpin upacara dipercayakan kepada Rein Anugrah Aliok, siswa SMPN 4 Totikum.

Pengibaran Bendera Merah Putih dilakukan oleh siswa SMKN Totikum. Pembacaan Pancasila oleh Khofifah M. Malindo dari SDN Dalangano, pembacaan UUD 1945 oleh Musdalifah dari SMPN 3 Totikum, dan pembacaan Dasa Dharma Pramuka oleh Melisa Sianepon dari SDN Batang Babasal.
Adapun pembawa acara yakni Asnin Dagong, S.Pd., Kepala SMAN 1 Totikum, bersama Alan, S.Pd., guru SMKN Totikum. Sementara pembacaan doa dipimpin Kepala KUA Kecamatan Totikum.
Seluruh rangkaian upacara berlangsung dengan tertib dan khidmat. Kegiatan berakhir sekitar pukul 09.15 WITA dalam keadaan aman dan terkendali.

Peringatan HUT Pramuka ke-65 di Totikum diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk terus membangun generasi muda yang kreatif, inovatif, terampil, mandiri, berkarakter dan siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pos terkait