Launching Pemasaran Perdana Arang Batok Kelapa, sebagai bagian dari program kerja sama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Banggai dengan PT PAU tahun 2026.

Launching Pemasaran Perdana Arang Batok Kelapa, sebagai bagian dari program kerja sama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Banggai dengan PT PAU tahun 2026.

MataSMScom. Luwuk Banggai. Pengalaman menembus pasar Swedia pada 2024 menjadi modal bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Banggai untuk memperluas pemasaran arang batok kelapa.

Kini, melalui kolaborasi lima BUMDes, pemerintah daerah bersama PT Panca Amara Utama (PAU) berupaya memperkuat produksi dan membuka peluang pasar yang lebih luas, baik domestik maupun internasional.

Upaya tersebut ditandai dengan Launching Pemasaran Perdana Arang Batok Kelapa, sebagai bagian dari program kerja sama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Banggai dengan PT PAU tahun 2026.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mengembangkan potensi kelapa menjadi produk bernilai tambah sekaligus memperkuat peran BUMDes sebagai penggerak ekonomi masyarakat desa.

Kepala DPMD Kabupaten Banggai, Hasan Baswan Dg Masikki, dalam sambutannya menekankan pentingnya pengembangan potensi lokal melalui usaha produktif yang mampu memberikan nilai ekonomi bagi desa dan masyarakat.

Kabupaten Banggai memiliki potensi kelapa yang cukup besar. Pemanfaatan batok kelapa menjadi arang merupakan salah satu peluang usaha yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan, terutama melalui penguatan kelembagaan dan kerja sama antardesa.

Pengembangan usaha ini juga sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Banggai periode 2025–2029, yakni Bergerak Bersama Berkelanjutan Menuju Gerbang Timur Sulawesi Tengah, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi unggulan daerah.

Melalui sinergi pemerintah daerah, PT PAU, pemerintah desa, dan pengelola BUMDes, pengembangan arang batok kelapa diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan produksi, tetapi juga mampu membuka kesempatan usaha dan memperluas akses pemasaran produk desa.

Anto Sangota: Kolaborasi Jadi Solusi Kendala Stok

Kepala Bidang BUMDes DPMD Kabupaten Banggai, Anto Sangota, menjelaskan bahwa launching pemasaran perdana ini merupakan tindak lanjut dari program pengembangan usaha yang telah dirintis beberapa tahun sebelumnya.

Salah satu pengalaman penting adalah pengiriman arang batok kelapa oleh BUMDes Abadi Uling ke Swedia pada 2024.

Namun, pengiriman berikutnya menghadapi kendala karena ketersediaan stok belum mampu memenuhi permintaan pasar secara berkelanjutan.

“Dulu pengiriman hanya dilakukan beberapa kali karena terkendala stok. Saat itu, hanya satu BUMDes yang berusaha memenuhi pesanan sehingga mengalami kesulitan ketika permintaan meningkat,” ujar Anto.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi dasar bagi DPMD Banggai untuk mendorong kolaborasi antardesa.

Dengan menggabungkan kapasitas produksi beberapa BUMDes, pemenuhan permintaan pasar diharapkan lebih terjamin.

“Melalui kolaborasi ini, lima BUMDes bergerak bersama menjadi kekuatan baru. Launching kali ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, PT PAU, dan lima BUMDes,” jelasnya.

Anto menambahkan, pengembangan usaha tersebut tidak berhenti pada lima BUMDes yang sudah berproduksi. DPMD Banggai juga memfasilitasi enam BUMDes lainnya agar segera bergabung dan meningkatkan kapasitas produksi.

Produksi 13 Ton, Enam BUMDes Disiapkan Menyusul

Dari total 11 BUMDes yang terlibat, lima BUMDes telah beroperasi dengan total produksi mencapai 13.000 kilogram atau sekitar 13 ton.

Kelima BUMDes tersebut yakni:

1. BUMDes Sinar Harapan Toiba sebanyak 3.789 kilogram.

2. BUMDes Inau Mae Taima sebanyak 3.239 kilogram.

3. BUMDes Kalibosan Kadodi sebanyak 2.322 kilogram.

4. BUMDes Soluduk Kasih Sinampangnyo sebanyak 1.780 kilogram.

5. BUMDes Abadi Uling sebanyak 1.870 kilogram.

Sementara itu, enam BUMDes lainnya masih dalam tahap persiapan tungku, gudang penyimpanan, dan bahan baku batok kelapa.

Keenam BUMDes tersebut adalah Teluk Kompi Kayutanyo, Bumi Belerang Uwedaka, Silo Mea Tintingan, Sintoka Dimpalon, Maju Bersama Pongian, dan Mantoh Jaya Sobol.

DPMD Banggai berharap seluruh BUMDes tersebut segera beroperasi sehingga kapasitas produksi dapat meningkat dan ketersediaan stok lebih terjaga.

Surabaya Jadi Sasaran Pemasaran Perdana

Anto mengungkapkan, pemasaran perdana kali ini diarahkan ke Surabaya sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan pasar domestik. Pada saat yang sama, pihaknya juga menjajaki peluang pemasaran ke pasar internasional.

Salah satu peluang yang sedang dijajaki adalah pasar Dubai, Uni Emirat Arab, di kawasan Timur Tengah. Namun, rencana tersebut masih memerlukan proses negosiasi dan kesiapan pasokan sebelum dapat direalisasikan.

“Untuk sekarang, sasaran pemasaran kita masih pasar domestik. Kali ini kita mengantarkan produk ke Surabaya sambil melakukan negosiasi. Ada peluang pasar ke Dubai, Timur Tengah yang kita harapkan bisa dikembangkan ke depan,” ungkapnya.

Menurut Anto, keberhasilan memperluas pasar sangat bergantung pada kemampuan BUMDes menjaga kontinuitas produksi, memastikan ketersediaan bahan baku, dan mempertahankan kualitas produk.

Karena itu, kolaborasi antardesa menjadi pendekatan penting agar permintaan pasar tidak lagi bertumpu pada satu unit usaha, melainkan dapat dipenuhi melalui kekuatan produksi bersama.

Kembangkan Produk Turunan Kelapa

Selain arang batok kelapa, DPMD Banggai juga mendorong pengembangan produk turunan kelapa lainnya, seperti briket, coco chip, coco fiber, dan coco peat.

Diversifikasi produk tersebut diharapkan membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan nilai tambah dari potensi kelapa yang dimiliki Kabupaten Banggai.

Melalui dukungan DPMD Banggai, PT PAU, pemerintah desa, masyarakat, dan mitra pemasaran, usaha arang batok kelapa diharapkan berkembang menjadi salah satu kekuatan ekonomi desa.

Pengalaman BUMDes Abadi Uling menembus pasar Swedia menjadi pijakan awal. Dengan kolaborasi lima BUMDes yang telah berproduksi dan penguatan enam BUMDes lainnya, Kabupaten Banggai kini berupaya membangun rantai pasok yang lebih kuat untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus membuka peluang menuju pasar internasional

Pos terkait