Lahan Perkebunan Warga Terbakar di Buko Selatan, Polsek Buko Bersama Warga Sigap Padamkan Api

MataSMScom. BANGGAI KEPULAUAN — Jajaran Polsek Buko bergerak cepat merespons insiden kebakaran lahan perkebunan yang melanda Desa Apal, Kecamatan Buko Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep). Peristiwa yang bermula dari aktivitas pembukaan lahan ini terjadi sejak akhir pekan dan hingga kini masih dalam penanganan intensif aparat kepolisian bersama warga setempat, Selasa (27/10/2026).

Berdasarkan data Kepolisian, kebakaran tersebut menghanguskan lahan perkebunan milik seorang warga bernama Frans Doloan (60), seorang petani asal Desa Apal. Titik koordinat lokasi kejadian tercatat berada di 1°26’26.9″S 122°49’17.1″E. Peristiwa ini bermula ketika pemilik lahan melakukan pembukaan area perkebunan dengan cara membakar pada Minggu (25/10/2026) pukul 15.00 WITA.

Kapolsek Buko, IPTU Nandang Mohamad Sidik, menjelaskan bahwa pada Senin (26/10/2026) sore, pemilik lahan sempat mengecek dan mengira situasi masih aman. Namun, kondisi berubah drastis pada Selasa (27/10/2026) sekitar pukul 16.00 WITA, di mana kobaran api tiba-tiba membesar, tidak terkendali, dan mulai merembes ke area sekitarnya akibat tiupan angin serta kondisi cuaca.

Mendapati laporan tersebut, aksi tanggap darurat langsung digalang di lapangan. Sebanyak 20 warga setempat, 2 aparat Pemerintah Desa (Pemdes), dan 1 personel Polri turun tangan bahu-membahu melakukan upaya pemadaman manual. Kendati demikian, besarnya kobaran api membuat proses pemadaman pada hari pertama mengalami kendala dan belum berhasil sepenuhnya memadamkan seluruh titik api.

“Mengingat api belum sepenuhnya padam, hari ini kami bersama masyarakat setempat dan instansi terkait akan kembali melanjutkan upaya pemadaman secara maksimal. Langkah ini diambil untuk melokalisir api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke area perkebunan warga lainnya,” ujar IPTU Nandang Mohamad Sidik.

Pihak Kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan untuk menghentikan sementara metode pembukaan lahan dengan cara membakar, mengingat potensi cuaca kering yang memicu kerawanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Peran aktif serta kewaspadaan bersama sangat dibutuhkan demi menjaga keselamatan lingkungan dan kerugian materil yang lebih besar.

Pos terkait