Karhutla Melanda Pegunungan Desa Baturata, Personel Gabungan Bersama Warga Berjibaku Padamkan Api
MataSMScom. BUOL – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan pegunungan Desa Baturata, Kecamatan Paleleh, Kabupaten Buol, Sabtu (12/9/2026). Kondisi medan yang terjal dan sulit dijangkau menjadi kendala bagi personel gabungan dalam melakukan upaya pemadaman.
Sejak pukul 08.00 hingga 11.00 WITA, personel Polsek Paleleh bersama anggota Koramil 1305 Paleleh, pemerintah Desa Baturata serta masyarakat setempat melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan seadanya, di antaranya air dan ranting pohon yang telah dibasahi.
Berdasarkan perkembangan di lapangan, api diperkirakan telah menjalar di area sekitar 7 hektare kawasan pegunungan Desa Baturata. Sejumlah titik api yang masih dapat dijangkau petugas telah berhasil dipadamkan, khususnya titik yang berpotensi menjalar ke arah permukiman warga.
Namun, sebagian titik api masih berada di kawasan puncak pegunungan dengan kondisi tebing dan medan yang cukup terjal sehingga sangat sulit dijangkau oleh personel.
Kapolres Buol AKBP Irwan, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla, melalui Kapolsek Paleleh Iptu Alfian Richard, menyampaikan bahwa personel gabungan masih terus melakukan pemantauan dan pemadaman terhadap titik-titik api yang dapat dijangkau.
“Kami bersama TNI, pemerintah desa dan masyarakat terus berupaya melakukan pemadaman pada titik-titik yang masih dapat dijangkau, terutama yang mengarah ke permukiman warga. Kondisi medan di beberapa bagian cukup sulit sehingga diperlukan kehati-hatian dalam pelaksanaan pemadaman,” ujar Iptu Alfian Richard menyampaikan arahan Kapolres Buol.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat Desa Baturata dan seluruh masyarakat di Kecamatan Paleleh agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan, termasuk pembakaran untuk membuka atau membersihkan kebun.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, terlebih saat ini kondisi cuaca berada pada musim kemarau. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat meluas dan sulit dikendalikan apabila kondisi lahan kering,” lanjutnya.
Terkait informasi mengenai dugaan awal munculnya api dari salah satu kebun milik warga berinisial I.O., pihak kepolisian masih melakukan pendalaman. Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, yang bersangkutan tidak mengakui telah melakukan pembakaran, sementara hingga saat ini belum terdapat saksi yang melihat secara langsung adanya aktivitas pembakaran yang mengarah kepada yang bersangkutan.
Kepolisian menegaskan bahwa informasi mengenai penyebab maupun asal mula kebakaran masih dalam proses pendalaman dan tidak dapat disimpulkan sebelum terdapat bukti serta keterangan yang cukup.
Sementara itu, personel gabungan bersama masyarakat masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan api, khususnya di kawasan puncak pegunungan yang belum dapat dijangkau. Upaya pemadaman akan terus dilakukan pada titik-titik yang memungkinkan untuk dijangkau guna mencegah api meluas dan mendekati permukiman warga.
Polres Buol juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan adanya kebakaran hutan dan lahan maupun aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan karhutla.





