mataSMS.com – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Banggai melaksanakan monitoring dan evaluasi (Monev) suku komuntas adat terpencil (KAT) di Kecamatan Simpang Raya Kabupaten Banggai, belum lama ini.
Monev itu terfokus pada suku KAT desa Simpang Dua yang saat ini berjumlah 34 jiwa.
Hasil monev itu kata Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos Kabupaten Banggai, Aiya Karim Selasa (09/09/2025), komuntas adat terpencil itu saat ini sudah tidak menetap dalam hutan. Akan tetapi mereka sudah pindah ke Dusun Kompanga Desa Simpang Dua.
“Meski sudah beralih, namun tempat tinggal mereka (KAT) itu masih cukup jauh dari kawasan perkampungan, sekitar 10 kilometer,” kata Aiya.
Agenda monev Dinas Sosial Kabupaten Banggai ini sambung Aiya, untuk memastikan apakah keberadaan suku KAT tersebut tertangani sekaligus mendapat perhatian dari pemerintah desa setempat.
Berdasarkan keterangan Sekdes Simpang Dua lanjut Aiya, para suku KAT itu telah mendapatkan bantuan dari desa.
“Alhamdulilah pemerintah desa setempat telah mengalokasikan bantuan kepada suku KAT,” ucapnya.
Lahan Pemdes
Hanya saja ada satu kendala. Pemerintah desa belum dapat menyiapkan lahan buat komunitas ada terpencil tersebut. Sekalipun mereka secara administrasi tercatat sebagai warga dusun Kompanga.
“Pemdes belum mampu menyiapkan lahan untuk suku KAT. Tapi secara administrasi mereka tercatat sebagai warga dusun. Itu terbukti dengan mereka telah mendapat bantuan dari desa setempat,” jelas Aiya.
Mestinya kata Aiya lagi, pemerintah desa Simpang Dua dapat mencontohi desa Lokait. Karena lewat kebijakan pemerintah desanya dapat menyiapkan lahan kepada 5 kepala keluarga komunitas adat terpencil.
Aiya mengaku, dalam menangani suku KAT ini, tak hanya tugas Dinas Sosial. Akan tetapi butuh pelibatan OPD teknis lainnya.
Seperti Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Kesehatan dan Disperkimtan. Lewat koordinasi lintas OPD ini, Aiya yakin salah satu program prioritas Pemda Banggai yakni menurunkan angka kemiskinan Kabupaten Banggai dapat terealisasi.
“Perlu ada koordinasi lintas OPD dalam menangani suku KAT,” kata Aiya.
Monev ini masih akan berlanjut pekan depan. Rencananya pekan depan Bidang Pemberdayaan Sosial akan turun di Kecamatan Nuhon.
“Pekan depan kami akan ke Nuhon, juga bertalian dengan monev suku KAT,” katanya.
Suku KAT di Nuhon lebih banyak ketimbang Simpang Raya. Tercatat ada beberapa dusun yang dihuni suku KAT.
Yakni Desa Tobelombang dusun Sepe ada 45 kepala keluarga atau 181 jiwa dan Desa Obobalingara Dusun Kalentong 22 kepala keluarga dengan 67 jiwa.
Selain itu dusun Komuyangon 10 kepala keluarga atau 30 jiwa dan Kohoas 24 kepala keluarga atau 70 jiwa. **






