Petugas Rutan Poso Gagalkan Penyeludupan Narkotika Jenis Sabu Dalam Botol Sampo, Komitmen Zero HALINAR Kembali Teruji
MataSMScom. Poso – Upaya penyelundupan narkotika ke dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Poso kembali digagalkan. Sebungkus paket yang diduga berisi sabu ditemukan tersembunyi di dalam botol sampo saat pemeriksaan barang titipan pengunjung, Jumat (5/6/2026).
Temuan tersebut bermula ketika Petugas Penjaga Pintu Utama (P2U) Rutan Poso, Gunawan, melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan seorang pengunjung perempuan berinisial R yang hendak menitipkan makanan dan perlengkapan mandi kepada seorang warga binaan berinisial UJ.
Saat proses pemeriksaan berlangsung, petugas menemukan kejanggalan pada salah satu botol sampo yang dibawa pengunjung. Kecurigaan itu kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lebih mendalam hingga ditemukan sebuah paket mencurigakan yang disembunyikan di dalam kemasan tersebut.
Barang yang diduga narkotika jenis sabu itu segera diamankan dan dilaporkan kepada Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan. Temuan tersebut kemudian diteruskan kepada pimpinan Rutan sebagai langkah awal penanganan sesuai prosedur keamanan yang berlaku.
Plh. Kepala Rutan Kelas IIB Poso, M. Yusuf, bergerak cepat dengan mengoordinasikan pengamanan barang bukti sekaligus meminta keterangan terhadap warga binaan yang diduga menjadi tujuan pengiriman barang tersebut. Untuk kepentingan pemeriksaan dan pengamanan, warga binaan yang bersangkutan ditempatkan di ruang khusus.
Sebagai tindak lanjut, Rutan Poso langsung berkoordinasi dengan Satuan Reserse Narkoba Polres Poso. Barang bukti yang diduga sabu kemudian diserahkan kepada penyidik untuk dilakukan pengujian laboratorium dan proses hukum lebih lanjut.
Kepala Rutan Kelas IIB Poso, Nasir, menegaskan bahwa keberhasilan penggagalan tersebut merupakan hasil dari penguatan pengawasan dan komitmen seluruh petugas dalam mencegah masuknya barang terlarang ke dalam lingkungan pemasyarakatan.
“Tidak ada toleransi terhadap upaya penyelundupan narkoba ke dalam rutan. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa seluruh petugas menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal dan tetap waspada terhadap berbagai modus yang digunakan untuk memasukkan barang terlarang,” tegas Nasir.
Menurutnya, berbagai upaya penyelundupan narkotika terus berkembang dengan beragam modus. Karena itu, peningkatan kewaspadaan, pemeriksaan berlapis, dan kepatuhan terhadap standar operasional menjadi kunci utama dalam mendeteksi potensi pelanggaran sejak dini.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, memberikan apresiasi atas ketelitian dan profesionalisme petugas yang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan tersebut.
Menurut Bagus, keberhasilan itu menunjukkan bahwa komitmen pemberantasan narkoba di lingkungan pemasyarakatan tidak berhenti pada deklarasi atau slogan, melainkan diwujudkan melalui tindakan nyata di lapangan.
“Ini adalah bukti bahwa sistem deteksi dini berjalan dan petugas menjalankan tugas dengan penuh integritas. Saya mengapresiasi kewaspadaan jajaran Rutan Poso yang berhasil mengungkap upaya penyelundupan narkoba dengan modus penyamaran di dalam barang titipan. Komitmen Zero HALINAR harus terus dijaga melalui pengawasan yang konsisten dan sinergi dengan aparat penegak hukum,” ujar Bagus.
Ia menegaskan bahwa Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah akan terus memperkuat langkah pemberantasan handphone ilegal, narkotika, pungutan liar, dan penipuan (HALINAR) di seluruh lapas dan rutan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan, ketertiban, dan integritas pemasyarakatan.
Kasus tersebut kini ditangani oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Poso untuk mengungkap asal-usul serta pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan penyelundupan tersebut. Sementara itu, Rutan Poso terus memperketat pemeriksaan terhadap pengunjung maupun barang titipan guna mencegah terulangnya kejadian serupa.
Penggagalan penyelundupan sabu tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa upaya memasukkan narkotika ke dalam lingkungan pemasyarakatan masih menjadi ancaman nyata. Namun, melalui pengawasan yang ketat, deteksi dini, dan sinergi antarlembaga, Rutan Poso menunjukkan tidak ada ruang bagi peredaran narkoba di balik tembok pemasyarakatan.
Humas Rutan Poso






