Pengelola Ambulance Berani Sehat Desa Seasa memohon maaf kepada semua pihak dan ungkap Kronologis kejadianya

Pengelola Ambulance Berani Sehat Desa Seasa memohon maaf kepada semua pihak dan ungkap Kronologis kejadianya

MataSMScom. Bangkep. Kami atas nama pengelolah ambulance Berani sehat desa peling seasa,Pertama” Minta maaf yg sedalam”nya kepada Pemerintah provinsi sulawesi Tengah,pemerintah Banggai kepulauan,pemerintah kec.Bulagi,pemerintah desa peling seasa,dan juga kepada semua instansi & pihak” terkait dan khususnya kepada keluarga duka,atas kejadian viralnya vidio jenazah anak alm.Aziel

Lewat kesempatan ini kami dari pengelola tidak akan mencari pembenaran, tapi kami hanya ingin menyampaikan kronologi yg sebenarnya terjadi sebelum viralnya vidio tersebut,

Pada waktu itu krg lebih sekitar jam 10 pagi,bpk RIAN KAMAI (oknum yg mengviralkan vidio trsbut) mendatangi kami sbgai pengelola ambulance dan menyampaikan bahwa ada musibah yg terjadi,ada anak yg terstrum dgn arus listrik dan sdh meninggal,dia meminta agar kami menghentar jenazah ke sosom dgn menggunakan mobil ambulance yg dipercayakan utk kami kelolah,
dan pada saat itu kami pengelola tidak langsung menolak,kami masi memberikan penjelasan kpda bpk RIAN KAMAI bahwa memang selama ini ambulance yg kami kelolah hanya difokuskan untuk penjemputan pasien,rujukan,dan menghentar orang yg mengalami kecelakaan untuk dibawa k.puskesmas dan juga menghantar jemput ibu yg bersalin/melahirkan dari rmh warga k puskesmas
dan ini sudah merupakan keputusan/ kesepakatan bersama dalam rapat antara Pimpinan jemaat, pengurus gereja pengelolah ambulance,dan seluruh jemaat,
berdasarkan juga isi permohonan yg di ajukan kepada bpk Gubernur dan fungsi sebenarnya dari Ambulance itu
mengingat juga dikec.Bulagi sdh ada mobil jenazah yg disiapkan oleh pihak puskesmas Bulagi,

Setelah kami memberikan penjelasan, bpk RIAN KAMAI meminta kembali utk hal trsbut
pada saat itu mmg kami sebagai pengelolah berada dalam posisi Dilema,
krna pada waktu itu ada juga seorg bpk yg datang bertamu,sebelum bpk RIAN KAMAI dtg,
kami jg sampaikan kpda bpk RIAN KAMAI
bahwa bpk ini jg perna minta hal yg sama utk menjemput jenazah, dan kami blm bisa layani permintaannya saat itu, kami dari pengelolah memberikan penjelasan yg sama, dan jg mengarahkan utk menghubungi mobil yg dipuskesmas yg sdh biasa memuat jenazah, bpk trsbt bersama keluarga duka dan mrka menerima penjelasan dari kami pengelolah,dan tdk mempermasahkan,
dan mereka berusaha mencari mobil lain,dan pd akhirnya mendapat jg.

jadi saat itu juga bpk RIAN KAMAI sdh menerima penjelasan kami dari pengelola,dan kami sampaikan permohonan maaf blm bisa melayani dan saran kami agar bisa menghubungi pihak lain.
sebelum bpk RIAN KAMAI kembali k rmh duka sempat menyampaikan juga kepada kami sebagai pengelola,agar secepatnya mengevaluasi kembali tentang penggunaan mobil ambulance yg kami kelola,agar dpt digunakan jg utk jenazah dan kami katakan iya..,kami akan membicarakan dan mengevaluasi secepatnya,

setelah itu kami dari pengelola mengharapkan bpk RIAN KAMAI akan mencari solusi/alternatif utk menghubungi pihak puskesmas Bulagi,krna saat itu jg mobil puskesmas ada yg stay ditempat
ternyata setelah beberapa menit kemudian, kami mendapat kabar bahwa
bpk RIAN KAMAI sdh membuat vidio dan mengviralkan vidio itu lewat media sosial (fb)
dan memberikan keterangan dalam postingan tersebut bahwa seakan” bukan bpk RIAN KAMAI yg menghubungi kami,tetapi keluarga duka,dan mengatakan keluarga sangat kecewa kpda pengelolah ambulance (mempermasalahkan).
kami sebagai pengelolah bertanya” apa motif sebenarnya dari postingan trsbt,!?
kami dari pengelola merasa janggal ttg pemberitaan yg disampaikan lewat medsos.krna setau kami selain mobil ambulance yg kami kelola ada juga krg lebih 4 unit mobil ambulance & mobil jenazah yg dikelola diwilayah kec.Bulagi,tetapi knpa hanya pihak kami yg dihubungi,,?!
dan bagi analisa kami ini sudah ada unsur kesengajaan!

selanjutnya beberapa jam kemudian,kami sudah dihubungi oleh beberapa pihak terkait utk menanyakan kronologi kejadian trsbt,dan kami dari pengelolah sdh memberikan keterangan,
dan menjelang sore,kami dari pengelolah mendapat teguran keras dari bpk RONALD GULLA,ST selaku anggota dewan provinsi sulewesi tengah dengan viralnya dimedsos krn ambulance yg kami kelola tdk memuat jenazah anak Aziel
dan akan memberikan sanksi utk menarik kembali unit mobil ambulance,dan memindahkan ke desa/kecamatan lain yg sangat membutuhkan,dan bisa dikelola dgn baik,
dan kami dari pengelola menyampaikan
siap dan ikhlas menerima teguran dan keputusan sanksi yg diberikan.krna itu sudah merupakan konsekuensi yg harus kami trima,
dan pada malam harinya juga kami dihubungi dan mendapat teguran dari bpk Gubernur lewat Biro kesra sulawesi tengah,
dan kami dari pengelola sampaikan kami hanya menjalankan sesuai kesepakatan pengurus & pengelolah dan berdasarkan SOP mobil Ambulance,tapi dalam hal ini kami tetap akui kalau hal tsbt sudah dinilai merupakan suatu kesalahan yg fatal,kami tetap menerima

perlu diketahui juga,bahwa ambulance yg kami kelolah selama ini,krg lebih 6 bulan,kami sudah melayani untuk semua kalangan masyarakat yg berada disekitar kecamatan Bulagi,
baik umat kristen dan umat muslim kami sebagai pengelola ambulance sudah pernah layani,bukan hanya dikalangan gereja kami

Sekali lagi atas nama Pengelolah mobil Ambulance Berani Sehat peling Seasa
menyapaikan
Permohonan Maaf yg sebesarnya atas pelayanan kami yg tidak sesuai dengan keinginan seluruh lapisan masyarakat,
terutama kepada keluarga duka

Pos terkait