𝙢𝙖𝙩𝙖𝙎𝙈𝙎.𝙘𝙤𝙢_ Amirudin menjadi Bupati Terpilih Banggai 2024, Berdasarkan hasil pleno KPU Banggai, paslon Amirudin dan Masulili unggul usai kalahkan 2 paslon lain.
Dalam Pilkada Banggai 2024 kemarin, Amirudin-Masulili memperoleh 92.182 suara.
Alhasil kini Amirudin-Masulili ditetapkan sebagai kepada daerah terpilih di Kabupaten Banggai 2024.

Kekayaan Amirudin Tamoreka
Dilansir daridata e-LHKPN, Amirudin Tamoreka tercatat memiliki Harta Kekayaan per 31 Desember 2021 mencapai Rp 71 miliar.
Pria kelahiran 13 Desember 1971 itu memiliki aset tanah dan bangunan senilai Rp 28,9 miliar.
dia juga memiliki Harta Kekayaan berupa alat transportasi senilai Rp 550 juta.
Harta bergerak lainnya Rp 7 juta, surat berharga Rp 9 miliar, simpanan berupa kas Rp 32,1 miliar dan harta lainnya senilai Rp 500 juta.
Profil Amirudin Tamoreka
Amirudin Tamoreka lahir pada 13 Desember 1971 di Desa Toili, Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah.
Pengusaha muda ini merupakan anak dari mantan kepala Desa Toili, H. Abdul Hamid Tamoreka, yang akrab disapa Muking.
Muking juga merupakan Ketua Adat Suku Ta di Toili.
Sedangkan Ibunya Hj. Nurhayati H. Nur merupakan anak dari H. Nur Dg Mangulele, seorang pedagang dan pembeli hasil bumi dari Sinjai, Sulawesi Selatan.
Garis keturunan ibunya merupakan buyut dari Kapitan Aba-aba, atau dikenal dengan Tangan Besi di masa penjajahan.
Amirudin Tamoreka menghabiskan masa kecilnya di Kabupaten Banggai.
Usai lulus di SDN 1 Toili, dia melanjutkan pendidikan di SMP 1 Toili.
Setelah itu Amirudin Tamoreka melanjutkan pendidikan di SMA 1 Luwuk, lalu kuliah di Fakultas Pertanian Universitas Muslim Indonesia di Makassar.
Semasa kuliah, dia menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Agronomi ( Himagro ) dan Ketua Senat Fakultas Pertanian UMI Makasar, serta Ketua BADKO HMI Sulsel.

Amirudin Tamoreka dikenal sebagai sosok yang pandai berorganisasi dan menjaga hubungan serta jaringan komunikasi.
Dia bahkan pernah terjun di dunia politik pada Pemilu 2009 di Kabupaten Banggai.
Melalui partai Golkar dia mencalonkan diri untuk wilayah pemilihan di dataran Toili, dan meraih suara signifikan kala itu.
Awalnya setelah menyelesaikan pendidikan, dia menjadi asisten Dosen di fakultas pertanian UMI Makasar.
Tetapi Amirudin Tamoreka kemudian tertarik untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuannya diluar kampus.
Dia pun memutuskan untuk pulang kampung di Moilong dan kemudian bekerja di perusahaan sawit PT.Kurnia Luwuk Sejati.
Ayahnya merupakan seorang manager di perusahaan itu.
Amirudin Tamureka dipercayakan sebagai kepala bagian pembibitan.
Namun tak lama kemudian menjadi manager perkebunan dan akhirnya menjadi konsultan kelapa sawit di KUD Kurnia Sejahtera Kelapa Sawit.
Setelah lama berkecimpun di dunia pertanian, Amirudin Tamureka kembali tertantang untuk mencoba hal baru di dunia pertambangan Minyak dan Gas Bumi.
Dia mengambil posisi sebagai Humas pada proyek seismik 2D dan 3D PT. Pertamina Blok Donggi dan Balantang Darat, Sulawesi Tengah.
Lalu kemudian menjadi Kepala Perwakilan Proyek Seismik PT Pertamina Blok Keradenan Cepu, Jawa Tengah.
Dia terus mengembangkan karirnya di dunia pertambangan migas hingga menjabat Manager Operasional PT. Artha Wicaksana Rajasa.
Amirudin Tamureka mulai menggarap beberapa proyek seismik, seperti Seismik 3D Pondok Tengah Jabar, 2D Bongas Jabar, 2D Pandauke Sulteng, 2D Bunyu Kaltim, 3D Lirik Jambi Utara, 2D Pagar dewa Sumsel dan 2D Sekayu Sumsel.
Melalui proyek tersebut, Amirudin Tamureka berhasil sampai pada posisi sebagai Direktur Operasi PT Artha Wicaksana Rajasa, pada Proyek Seismik 3D Lirik Sagu Riau.
Amirudin Tamureka pun sudah menjadi sosok pengusaha yang berskala nasional.
Amirudin Tamureka juga mulai melibatkan diri dalam kegiatan kegiatan sosial dan pembangunan ekonomi di Kabupaten Banggai.

Sedikitnya dia sudah memiliki 3000 lebih pekerja setelah berhasil membuka lapangan kerja bagi anak-anak Kabupaten Banggai.
Tak hanya sampai disitu, dia pun kerap membawa anak-anak Kabupaten Banggai untuk bekerja di luar daerah, di lokasi garapan proyek seismik yang ia kerjakan.
Hotel King Ameer di Singkoyo, Kecamatan Toili merupakan salah satu bagian dari kontribusinya dalam membangun daerah.*
Sumber : TRIBUNBATAM.id






