SPPG Liang Bangkep main potong gaji Karyawan, Orang Tua pertanyakan regulasinya
MATASMS, COM. BANGKEP. Sejumlah orang tua mempertanyakan mengenai perihal pemotongan gaji karyawan SPPG yang tidak ada penjelasan secara mendetail dari Pihak SPPG Liang.
Kurang lebih 8 karyawan SPPG yang di Potong gajinya bulan lalu sebesar 50 ribu dan ada yang di Potong 25 ribu oleh bagian Akuntan/admin di SPPG Liang Banggai Kepulauan.
Sesuai investigasi di lapangan oleh media suara masyarakat Sulteng (SMS Bangkep) alasan pemotongan gaji dari Pihak SPPG Liang di sebabkan keterlambatan masuk jam kerja misalkan jam kerja mereka masuk jam 12.00 wita tetapi mereka masuk jam 12.30 wita.
Hal ini di bantah oleh salah seorang karyawan SPPG yang gajinya di Potong,”memang benar kadang mereka datang lewat jam yang di tentukan itu di karenakan saat jadwal yang di tentukan mereka datang regu yang sementara ba masak belum selesai semua, jadi mereka menunggu di sekitar lokasi SPPG,dan setelah masakan tersedia mereka masuk sebagai Tim Packing ,atau yang di bagian memasak Nasi Sayur di anggap mereka terlambat sesuai jadwal.”
AA salah seorang karyawan yang sempat di investigasi oleh media SMS menjelaskan, “Kami tau jadwal jam kerja kami, tetapi di lapangan terkadang berbeda sesuai jadwal, karena saat kami datang yang bagian penyediaan makanan masi sementara menyelesaikan, jadi kami tidak mungkin masuk ke dalam karena setelah nanti mereka selesai semua baru kami masuk untuk bagian Packing.”begitu juga yang di bagian masak sayur dan nasi serta di bagian cuci ompreng.
Hal ini menjadi pertanyaan ZZ salah satu orang tua yang anaknya ikut di potong gajinya hanya karena keterlambatan masuk kerja yang di karenakan sikon dengan kesiapan dari petugas sebelumnya.
Sebenarnya Pihak SPPG Liang harus Profesional dalam kebijakan pemotongan gaji tersebut.kalau hanya keterlambatan mereka datang bukan di jadikan alasan untuk di potong gajinya tetapi harus maklum dengan situasi dan kondisi dengan kesiapan pekerjaan sebelumnya.
Bagaimana mereka akan masuk sebagai Tim Packing jika masakan blum ready sepenuhnya dan mereka menunggu nanti semuanya siap baru mereka melakukan bagian mereka sebagai Tim Packing.dari pukul 02.00 wita sampai pukul 10.00 pagi.begitu juga yang di bagian masak Nasi, bagian penyediaan bahan dan pencucian ompreng.
Lebih lanjut ZZ mengatakan, jangan berpatokan jam jam kerja tetapi ketersediaan dan kesiapan bahan makan yang utama, biar mereka datang tepat jam 12.00 tetapi makanan belum ready atau bahan yang lainnya belum ada jadi terpaksa mereka menunggu di luar dulu, karena masing masing ada koordinator, dan karyawan tidak bebas ke sana kemari di dalam ruangan saat tim lain kerja.
ZZ mengatakan waktu yang di anggap keterlambatan oleh pihak akuntan/admin kan bisa di sesuaikan dengan over kapasitas jam kerja.misalkan kemaren Kamis 8 January 2026 yang kerja dari Malam malam sampai pagi tetap sesuai jadwal yang admin pegang, tetapi mereka di suruh masuk siang dan sore hari untuk melakukan pekerjaan packing Snack bagi MBG Lansia dan Balita untuk 3 hari punya. Nah itulah yang di maksud dengan Land Sum di perhitungkan dengan jam masuk kerja yang di anggap terlambat dengan over kapasitas jam kerja yang nota benenya tidak di hitung lembur.
ZZ mengatakan, saya mewakili orang tua dari anak anak yang gajinya di potong oleh pihak SPPG meminta agar pihak SPPG Liang memberikan penjelasan yang baik jangan hanya mengatakan pemotongan gaji karena mereka terlambat masuk sesuai jam yg di tentukan. Tetapi harus paham dengan sikon yang ada di lokasi tempat kerja.
ZZ juga mempertanyakan uang pemotongan gajinya anak anak tersebut di kemanakan, apakah di kembalikan ke negara, atau masuk ke kas SPPG Liang?
Menurut informasi uang hasil pemotongan gaji oleh bagian Akuntan/admin ini akan di kembalikan nanti, tapi sudah sebulan lebih tidak ada penjelasan dari bagian Akuntan/admin.
Saat di konfirmasi ke Vendor SPPG Liang Hj Selvi Dama belum ada penjelasan mengenai kejadian pemotongan gaji karyawan SPPG Liang yang terkesan arogan dan semena mena.
ZZ berharap semoga pemda Bangkep dan Tim MBG Pusat bisa meninjau keberadaan SPPG Liang Bangkep apakah sudah berjalan sesuai regulasi yang berlaku secara Nasional, karena beberapa Tupoksi di SPPG Liang tidak berlaku sesuai aturan yang ada misalkan Korlap tidak di fungsikan sebagai mana tugasnya tetapi karyawan biasa yang mengambil tugas korlap.
Program MBG dari Presiden Prabowo ini bertujuan untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat di pedesaan dan untuk mensejahterakan masyarakat dan membuka lapangan kerja, tetapi bukan membiarkan praktek praktek pungli terselubung bagi pengurus Admin yang ada kedekatan dengan para vendor.







