DPRD Bangkep undang Manager Bisnis Mikro BRI beri penjelasan kepada pengunjuk rasa dari Desa Ambelang
MATASMS, COM. BANGKEP. Unjuk rasa Yang di lakukan oleh Masyarakat Desa Ambelang yang di Pimpin oleh ketua LSM Merah putih Habib,berawal dari Pasar Tradisional Salakan menuju kantor BRI dan berakhir di Kantor DPRD Banggai Kepulauan.
Di sambut oleh wakil Ketua 1 Rusdin Sinaling anggota DPRD Bangkep dari Fraksi Nasdem bersama ketua Komisi III Nancy Dunda,ketua Komisi II Irwanto. T. Bua serta Hardianto L. Sadardi aleg Komisi III.
Wakil ketua Ii DPRD Bangkep Rusdin Sinaling mengajak Para keterwakilan masyarakat Ambelang bersama ketua LSM Merah Putih Habib masuk di ruangan Komisi 1 dan menyampaikan yang mana Ketua bersama beberapa anggota lainnya tidak berada di tempat karena sedang turun lapangan meninjau kegiatan tahun 2025 (selasa 13 January 2025)
Habib sebagai juru bicara mewakili masyarakat desa Ambelang Alakasing dan Manggalai menyampaikan keluhan yang menyangkut yang mana petugas BRI di lapangan Khususnya bagian penagihan tidak bagus dalam menjalankan tugas tugasnya.contohnya Orang mengajukan kredit
Jaminan rumah meminta pinjaman 30 juta hanya di beri 10 juta kadang hanya 5 juta.dan juga cara penagihan mereka kasar, kadang bertemu dan di tagih di tengah jalan.
Selanjutnya ada nasabah yang sudah 2 tahun pinjaman dan ingin menambah lagi hanya bisa di beri 30% potong sisa kredit, jadi kami mempertanyakan aturannya.kemudian Habib juga mempertanyakan mengenai foto foto rumah yang di pampang di depan kantor BRI Salakan dan Habib menganggap bahwa BRI Salakan gagal menangani nasabah.itu di sebabkan fanya fokus datang menagih dengan kasar tetapi tidak ada unsur pembinaan.
Manager Bisnis Mikro (MBM) Muhamad NUR.S.Intam hadir di dampingi Kepala Unit BRI Salakan bersama Faisal Bempah pengawas Monitoring Tim Audit Internal BRI cabang Luwuk untuk berdialog langsung dengan para Perwakilan pengunjuk rasa serta Aleg DPRD Bangkep.
Muhamad Nur. S. Intam menjelaskan bahwa para pengunjuk rasa yang di pimpin oleh HABIB Muahamad dari LSM Merah Putih sudah datang langsung ke kantor BRI tadi dan sudah saya jelaskan kepada mereka.
Namun saya akan menjelaskan kembali beberapa hal yang di pertanyakan mengenai KUR.
Sejak tahun 2025 sesuai yang ada di spanduk yang Bapak bapak bawa itu tertulis KUR tanpa Jaminan untuk pengembangan Usaha Mikro dari 1 juta sampai 100 tidak menggunakan jaminan.dan sejak 2025 tidak ada lagi pinjaman dengan jaminan di BRI.
Dan mengenai permohonan pengajuan pinjaman masi ada yang belum di Realisasikan di sini kami perlu menjelaskan bahwa setiap perbankan masing masing ada aturan dan kebijakan dalam pemberian pinjaman kredit.
Kami dari pihak perbankan memberikan pinjaman dengan tujuan agar Bapak bapak memanfaatkan serta menggunakan uang pinjaman tersebut dengan hal hal yang baik dan bermanfaat serta dapat memberikan keuntungan sehingga dapat mengembalikan kredit dengan tepat waktu.Karena ada nasabah yang kami tanyakan meminjam uang di pergunakan untuk apa, jawabanya ada yang di pergunakan membeli motor dan uangnya di perpinjamkan kembali.
Untuk di ketahui bahwa Kami di BRI saat ini sudah menyalurkan pinjaman KUR sebesar 23 Milyard lebih itu untuk daerah Salakan dan sekitar 18,9 Milyar lebih untuk daerah Bulagi.
Ada yang meminta pinjaman 50 juta tetapi kami juga menilai sesuai aturan serta standard kebijakan yang mana kami juga tidak dapat memberikan semena semana karena mengacu standard tertentu. Dan sebaliknya ada juga yang meminta pinjaman 50 juta kami berikan 100 juta karena itu memenuhi standard yang kami tetapkan.karena pinjaman di Bank sifatnya individu jadi silahkan mengajukan pinjaman ke kantor dan tentunya pinjaman yang satu bisa berbeda dengan yang lainnya dalam realisasi.
Dan mengenai yang sudah lunas tetapi anggunannya belum dapat di berikan, silahkan datang ke kantor dengan membawa melengkapi persyaratan nya, Kartu keluarga surat keterangan dari kantor desa .
Mengenai mantri atau bagian penagihan lapangan kami yang bertindak kurang etis dan tidak sopan menagih di tengah jalan kami juga mengharapkan kerja samanya yang baik sehingga jika kreditnya bisa di lunasi tepat waktu maka tidak akan terjadi hal hal demikian, untuk itu sekali lagi kami berharap agar uang pinjaman di manfaatkan sebaik baiknya dan mendatangkan pengembalian untuk di bayarkan setorannya karena ini juga adalah sebuah konsekwensi atas peminjaman tersebut.
Ada yang pinjamannya masi menunggak tetapi datang ke kantor mengajukan peminjaman, dan secara Teknik ada yang kami tolak karena prosedurnya di selesaikan dulu tunggakan yang ada baru mengambil pinjaman lagi
Muhamad Nur juga menambahkan bahwa di BRI ada beberapa jenis pinjaman dan salah satunya KUR tanpa anggunan tetapi ada juga pinjaman Modal usaha yang batas pinjaman juga sama dengan KUR yaitu 1 juta sampai 100 juta, jadi jangan sampai yang di pinjam adalah Menggunakan Modal Usaha sehingga menggunakan jaminan.
Untuk di ketahui di Salakan ini sudah tersalurkan KUR sebanyak 23 Milyard dan terdapat 12 M yang termasuk kredit macet lebih dari 50%.ketika nasabah bermohon kita verifikasi dan menilai kelengkapan berkasnya, karena kita berniat untuk membantu masyarakat tetapi pada kenyataannya banyak juga yang tidak di kembalikan.
Untuk itu kami juga dari pihak perbankan berharap Pak Habib muhamad kirannya juga bisa membantu mengingatkan dan menyampaikan kepada para Nasabah agar dapat melunasi tunggakannya, karena tabungan yang bapak bapak tabung juga sebagian menjadi kredit, untuk itulah Fungsi Bank dana yang ada di jadikan kredit KUR, jadi bagaimana dengan dana yang macet tidak bisa berputar lagi untuk di pinjamkan.
Faisal Bempa sebagai Tim Monitoring audit Internal BRI menyampaikan bahwa setiap bulannya dia turun monitoring ke daerah Bangkep yaitu Salakan dan juga Bulagi untuk memastikan KUR ini dapat tersalurkan dengan tepat sasaran.
Sejak tahun lalu memang saya selalu mengecek berkas berkas yang berpotensi menjadi kredit macet, untuk itu kami juga perbankan ini terikat dengan undang undang dan kami juga terikat dengan OJK jadi semua ada konsekwensinya juga.Karrna kami terikat dengan Bank Indonesia OJK dan undang undang. Untuk itu kami saat ini terkoneksi dengan IJK, Lesung dan Pinjaman Online, sehingga jika terdapat kredit macet otomatis anda tidak dapat meminjam di tempat lain karena terkoneksi online secara keseluruhan.Jadi itu juga salah satu persyaratan tidak ada pinjaman di tempat lain.untuk itu semua berkas yang di ajukan selanjutnya kami survey turun lapangan langsung.
Ketua Komisi II Irwanto. T. Bua yang akrab di sapa Iwan Bua memberikan masukan kirannya kita semua bisa mencermati dan membedakan mana kredit dan mana bansos dari Pemerintah.Karena kalau Bansos itu kebijakan satu arah dari pemerintah yang tidak perlu di kembalikan dan kewajiban warga masyarakat untuk menerimannya.jadi kirannya bisa di klasifikasikan bedakan mana KUR dan mana Bansos sehingga kita tidak salah memahaminya.kalau bansos tidak ada hal hal dan persyaratan yang harus di penuhi.
Iwan Bua juga mengusulkan kirannya kedepan nti pihak BRI bisa lebih berinovasi untuk menjemput bola berkunjung ke para Nasabah yang telah selesai kreditnya dan menyampaikan bahwa jaminan yang sudah boleh di ambil dan lengkapi segala persyaratannya.







